Tampilkan postingan dengan label Sejarah hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2018

Hadits pada Masa Rasulullah

Hadits di masa Rasullallah SAW

hadits-pada-masa-rasulullah-jurnal-history

1.usaha para sahabat dalam menghafal hadits dan mengambangkanya
Bangsa arab sebelum islam adalah bangsa yang tinggal dalam kejahilan dan kesesatan .segi kebiadaban mereka sungguh keterlaluan hingga mereka menimbulkan pertempuran-pertempuran dengan sbab sepele, Tidak ada hakim yang dapat mengendalikan mereka ,taka da pula agama yang menunjuki mereka .mereka pada waktu itu mengharapkan datangnya seorang pemimpin yang dapat menyelamatkan mereka dari keancuran. Maka dari rahmat allah swt dengan kekuasaanya membangkitkan diantara mereka seorang rasul yang membawa mereka dari alam yang gelap,kealam yang terang untuk jadi penyuluh abgi umat seluruh alam semesta

Mula-mula rasullallah berdakwah secara sembunyi-sembunyi kemudian rasullallah mengumandanka dakwah secara terang-terangan .kemudian dari penduduk mekah yang ternama yang masuk islam ,mereka sangat memerhatikan ayat-ayat yang diturunkan kepada rasul,serta memperhatikan amalan-amalan dan perbuata rasul.kemudian rasul hijrah ke Madinah ,disanalah para sahabat mendengar nasihat-nasihat nabi secara luas
Mereka meyakini bahwa sunah rasul mempunyai kedudukan yang penting dan merupakan sumber kedua dari al-qu’an

2. majelis nabi merupakan majelis ilmiah
Rasulullah tidak membangun suatu madrasah atau akaemik untuk memberikan ilmunya kepada sahabat-sahabatnya ,tetapi pelajaran itu didakan dimana saja ,kadang-kadang beliau memberikan pelajaran dikala memimpin tentara kadang diwaktu perjalanan (safar) ,kadang dirumah kadang dimana saja dan disetiap waktu nabi merasa perlu menyampaikanya. Rasullallah mengetahui bahwa sahabat-sahabatnyalah yang akan menggantikanya sebagai pemimpin masyarakat setelah beliau wafat nanti.

3. bagaimana para sahabat menerima hadist dari nabi saw
Mereka menerima hadits adakalanya dngan musyafahah,adakalanya degan musyahadah ,adakalanya dengan pendengaran dari sesama sahabat karena meraka tidak dapat serentak menghadiri majlis nabi saw. ada yang sampe di drajat mutawatir yaitu yang dinukilkan oleh segolongan oramg yang menurut adat tidak mungkin bersepakat untuk membuat suatu kedustaan
bagian ini ada dua macam:
1.mutawatir lafdhi bagian ini paling sedikit :barangkali tidak melebihi 10 hadits
2.mutawatir maknawi bagian inilah yang paling banyak , ada hadis thaharah,siam,zakat,haji,nikah.

4.usaha wanita sahabiyah dalam mengembangkan hadits
Banyak kaum wanita yang datang dimajelis nabi untuk mendengarkan sabda-sabda beliau. Didalam sahih bukhari terdapat suatu riwayat yang menerangkan tentang seorang wanita yang datang kepada rasul,:apakah para wanita diwajibkan mandi setelah mimpi ? wanita yang banyak tanya kepada rasul adaah wanita-wanita anshar hingga aisyah memuji-muji mereka.

5. kedudukan ummahatul mukminin dalam mengembangkan hadist
Para istri rasullallah mempunyai keutamaan yang besar dalam usaha menyampaikan dan mengembangkan sunah-sunah nabi saw dalam kalangan wanita islam ,istimewa ummul mukminin aisyah r.a istri rasul yang sagat tinggi fahamnya. Mungkin inilah diantara hikmah-hikmah allah memperbolehkan bagi nabinya beristri lebih dari 4 ,yaitu supaya banyak wanita-wanita yang menyampaikan kepada umum

6.pengaruh para petugas yang dikirim ke daerah-daerah dan utusan-utusan yang datang kepada rasul
Dakwah nabi yang mula-mula rahasia setelah 3 taun lamanya kemudian allah memerintahkan nabinya dakwah secara terang-terangan setelah terbentuk barisan inti bagi perkembangan islam. Beliau mengirim surat kepada raja-raja arab untuk menyeru mereka pedapa islam serta mengutus guru-guru islam kepada kabilah-kabilah untuk memberi ajaran-ajaran islam kepada mereka .diwaktu nabi mengutus guru-guru islam keberbagai negara merekalah yang membawa rahmat serta membawa ajaran al-qur’an dan hadits ,para utusan nabi mencapai hasil yang baik dan gemilang dalam usaha mengembangkan hadist.

Perutusan-perutusan membawa peranan yang besar dalam mengembangkan agama didaerah mereka .diantara pengutus yang datang
-utusan bani sa’ad bin bakr
-utusan abdu qa-is
-utusan tujibu

7.haji wada’dan pengaruhnya terhadap perkembangan hadist
Sesudah seluruh jazirah arabiah dikuasai oleh rasul ,beliaupun bermaksud akan pergi berhaji yang diikuti oleh 140.000 sahabat ,baliau mengucapkan suatu khutbah yang penting yang menerangkan berbagai hukum ,barbagai macam tuntunan .khutbah beliau ini adalah khutbah yang panjang,didalam khubah ini beliau menerangkan manasik haji. Khutbah beliau merupakan khutbah minhaj khitami bagi dakwah Islamiyah secara umum dan bagi hadist rasullallah secara khusus.
Read more

Hadits di Masa Khulafaurrasyidin

Hadits setelah nabi wafat

hadits-di-masa-khulafaurrasyidin-jurnal-history


Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, sebagian orang Arab Dusun mulai memalsukan hadist, hal ini sangat di khawatirkan oleh para sahabat khususnya oleh Abu Bakar As-shiddiq yang saat itu menjabat menjadi khalifah setelah kaum muhajirin dan anshor bermusyawarah di tsaqifah bani sa’idah.

Dalam kepemimpinannya Abu Bakar mendapati sebagian kecil kalangan umat islam yang telah murtad kerena tidak mau membayar zakat. Namun dalam perjalanannya Abu Bakar dapat menyelesaikan masalah tersebut dan membuat mereka kembali mau membayar zakat.

Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan akibat orang arab dusun yang mulai memalsukan hadist, akhirnya abu bakar mengambil kebijakan untuk menyedikitkan riwayat. Kebijakan ini di ambil agar tersebar luasnya hadist tidak digunakan oleh kaum munafiq untuk memecah belah kaum mukmin.

Pada masa abu bakar ini problematika umat di selesaikan dengan Al-qur’an, namun jika tidak ada dalam al-qur’an barulah abu bakar mencari solusi dari hadist. Tetapi ketika mengambil sebuah solusi dari hadist, abu bakar menanyakan adakah saksi yang mendengarkan bahwa Rasulullah bersabda seperti itu? Misalnya, suatu ketika ada seorang nenek yang meminta harta peninggalan (pusaka) cucunya, namun Abu bakar tidak mendapati solusi dari al-qur’an atas permasalahan ini.

Akhirnya abu bakar menanyakan kepada sahabatnya, siapa yang pernah mendengar atau menyaksikan Rasulullah menyelesaikan problematika seperti ini? Kemudian Al-mughirah berdiri dan meriwayatkan sebuah hadist bahwasanya Rasulullah memberi 1/6 bagian untuk nenek dari harta peninggalan cucunya. Lantas abu bakar bertanya, adakah yang menyaksikan Rasulullah bersabda begitu?? Kemudian Muhammad bin Maslamah membenarkan apa yang diriwayatkan Al-Mughiroh, dan Akhirnya Abu Bakar menyelesaikan masalah tersebut.

Kisah diatas juga merupakan tindakan ke hati-hatian Abu Bakar dan para sahabat dalam meriwayatkan hadist. Mereka bukan berarti meninggalkan hadist, tetapi berusaha berhati-hati agar tidak berdusta atas nama Nabi Muhammad SAW.

Para Sahabat pun menyelesaikan persoalan dengan ijtihad mereka, itupun apabila tidak ada hadist yang menerangkan persoalan yang sedang mereka hadapi. Mereka juga berpegang pada hadist ahad (hadist yang hanya memiliki satu perawi) namun mereka lebih mendahulukan hadist yang mutawatir, atau paling tidak hadist yang masyhur. Hal ini yang menjadi salah faham atas sebagian umat islam yang menganggap para Sahabat meninggalkan hadist ahad, padahal sebenarnya tidak demikian.
Read more